Tuesday, May 14, 2013

Pernah Sanggup



Aku pernah sanggup terabaikan.
Sampai akhirnya aku muak; mulai tertekan.

Aku pernah sanggup mengerti.
Sampai akhirnya aku terlalu sering tersakiti.

Aku pernah sanggup menahan tangis.
Sampai akhirnya hati ini perlahan teriris.

Aku pernah sanggup bertahan.
Sampai akhirnya aku memilih mundur perlahan.

Hati ini sudah lelah.
Sudah rapuh.
Sudah penuh.
Sudah jenuh.

Aku dan kamu—kita;
Sudah tidak seimbang.
Tidak pernah seimbang.
Hanya memaksa untuk menyeimbangkan.
—lama-lama hilang.

Mulanya buram.
Tapi kini aku mulai mengerti.
Akhir yang bagaimana yang akan kita sepakati.
—berhenti.

Thursday, May 9, 2013

Butuh Kamu



Cuma butuh kamu.
Satu senyum; atau bahkan hanya sepatah kalimat menghibur.
Sebatas itu pun aku pasti tenang.

Tapi, bukan itu yang kamu kasih.
Entah—apa—yang—aku—sendiri—nggak ngerti.
Nggak ada hak buat nyalahin kamu.

Maksain juga nggak baik.
Harus ngapain pun aku nggak tau.
Lelah.
 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog