Aku
pernah sanggup terabaikan.
Sampai
akhirnya aku muak; mulai tertekan.
Aku pernah
sanggup mengerti.
Sampai
akhirnya aku terlalu sering tersakiti.
Aku pernah
sanggup menahan tangis.
Sampai
akhirnya hati ini perlahan teriris.
Aku
pernah sanggup bertahan.
Sampai
akhirnya aku memilih mundur perlahan.
Hati ini
sudah lelah.
Sudah
rapuh.
Sudah
penuh.
Sudah
jenuh.
Aku dan
kamu—kita;
Sudah
tidak seimbang.
Tidak
pernah seimbang.
Hanya
memaksa untuk menyeimbangkan.
—lama-lama
hilang.
Mulanya
buram.
Tapi kini
aku mulai mengerti.
Akhir
yang bagaimana yang akan kita sepakati.
—berhenti.
0 comments:
Post a Comment